Politik

Tim Kajian Forpek Tantang Kadistanak Kaji LKPj 2012

redaksi | Senin, 22 Juli 2013 - 20:32:44 WIB | dibaca: 333 pembaca

Bantenbox.com-Serang, Polemik anggaran tugas perbantuan (TP) dari Kementerian Pertanian RI tahun anggaran 2012 senilai Rp36. 691. 395.000 untuk Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten senilai Rp36. 691. 395. 000 semakin memanas.

Pasca Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Pembela Kebenaran (Forpek) Banten merilis sebagian anggaran bersumber APBN itu tidak muncul di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) gubernur Banten, kemarin (22/7) Kepala Distanak setempat, Agus M Tauhid membantah jika terdapat anggaran sebesar Rp27,8 miliar tidak tercantum di LKPj. "Itu semua sudah kita laporkan saat LPj kedinasan. LPj itulah menjadi dasar LKPj gubernur,"ujar Agus M Tauhid, kemarin.

Ia mengatakan, Distanak Banten pada tahun 2012 telah melaksanakan Tugas Pembantuan sebesar Rp36,691,495.000 yang meliputi 2 fungsi, 3 sub fungsi dan 4 program. Realisasi pelaksanaan TP tersebut, telah dilaporkan melalui dokumen LKPj Gubernur Tahun 2012 pada bab V.

"Itu sesuai dengan hasil pembahasan Pansus di DPRD Banten. Rilis yang dikeluarkan oleh Ormas Forpek sama sekali tidak benar,"tandas Agus seraya mengkarifikasi  tidak hanya enam kegiatan namun delapan item program dan fungsi kegiatan juga muncul dalam LKPj gubernur.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian Program, Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Banten, Babar Suharso mengatakan, per 28 Maret 2013  LKPj gubernur dilaporkan ke DPRD Banten. Sementara untuk menjadi dokumen LKPj, harus melalui proses-proses. "Misalnya LPj dinas, hingga dilaporkan ke dewan dalam paripurna. Dewan kemudian membuat rekomendasi dan mengkaji lewat Pansus,"kata Babar, kemarin.

Babar juga menjelaskan, pihaknya hanya bertugas menyusun draft LKPj sementara bahan dari dinas terkait. "Tapi ini bagus masyarakat ikut mengawasi. Untuk kegiatan TP ini lebih kepada kegiatan fisik, sementara di kami ada tim Monev namun masih kekurangan SDM,"katanya.

Sementara Tim Kajian Independen Forpek Banten, Dimas Kusuma menantang Distanak dan Bapeda Banten mengkaji bersama-sama perihal isi LKPj gubernur yang diakui dia banyak kejanggalan bahkan diduga banyak penyelewengan, terutama kegiatan Tugas Pembantuan atau TP berdasarkan fungsi dan program sekitar Rp130 miliar.

"Setelah di break down berdasarkan fungsi nilainya bukan Rp130 miliar, melainkan Rp132 miliar. Sedangkan berdasarkan program hanya Rp125 miliar. Dari sini saja ada permainan data dari LKPj gubernur,"kata Dimas seraya menambahkan, berdasarkan dokumen yang diserahkan ke DPRD Banten pada rapat paripurna LKPj gubernur belum lama ini kejanggalan juga terjadi pada bab V-8 nomor 2 yakni Program Swasembada Daging Sapi dan Peningkatan penyediaan Pangan Hewani yang aman, Sehat, Utuh dan Halal Rp14,555 miliar terdapat dua kegiatan.

"Dari dua kegiatan itu yakni, Peningkatan Produksi Ternak dengan Penggunaan Sumber Daya Lokal Rp5,865 Miliar dan Kegiatan Produksi Pakan Ternak dengan Pendayagunaan Sumber Daya lokal Rp1,190 Miliar. Ini kan tidak mencapai Rp14,555 miliar,"kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dinilai telah membohongi DPRD Banten dan publik di Banten. Pasalnya, orang nomor satu di Banten ini tidak melaporkan anggaran-anggaran khusus untuk tugas perbantuan (TP) dari kementerian-kementerian RI 2012.

Berdasarkan kajian Forpek Nusantara Banten, ditemukan  bahwa ada sejumlah kegiatan yang dibiayai  dari dana dekonsentrasi tugas perbantuan (TP) dalam hal ini dana dari kementerian terkait yang bersumber dari APBN senilai Rp 27.847.500.000 di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten  tidak dimasukkan dalam LKPj Gubernur Banten 2012, dan tidak dikritisi oleh DPRD Banten.

Dalam  rilis Forpek Nusantara Banten dana dekonsentrasi TP  yang diterima Distanak Banten dari Kementerian Pertanian RI  pada tahun anggaran 2012 senilai Rp36.691.395.000. Dana tersebut digunakan untuk membiayai 15 kegiatan.

Namun yang dimasukkan dalam LKPj Gubernur Banten tahun 2012 hanya enam kegiatan yang nilainya kecil antara lain kegiatan fasilitasi pupuk dan pestisida senilai Rp290 juta, dukungan manajemen dan teknis lainnya pada Ditjen Hortikultura senilai Rp 130 juta, peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk tanaman buah berkelanjutan senilai Rp 473 juta, peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk holtikultura berkelanjutan senilai Rp 895.995.000, peningkatan produksi ternak dengan pendayagunaan sumber daya local senilai Rp 5.865.000.000 dan yang terakhir kegiatan peningkatan produksi pakan ternak dengan pengadayaan sumber daya lokal senilai Rp1.190.000.000. Jadi kalau ditotalkan enam kegiatan yang dibayai dari dana dekonsentrasi TP yang dimasukkan dalam LKPj Gubernur Banten tahun 2012 hanya senilai Rp 8.843.995.000.(bud)

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)